Featured

SM UNY 2018

oleh May 22, 2018



SM Utul (Seleksi Berbasis Ujian Tulis)

a. Seleksi calon mahasiswa baru D3 dan S1 berdasar test akademik.

b. Peserta adalah lulusan Ujian Nasional SMA/MA/SMK/Paket C atau yang setara tahun 2016, 2017, atau 2018.

c. Alur pendaftaran dapat dilihat di laman http://pmb.uny.ac.id

d. Memilih maksimal 2 (dua) program studi S1 dan/atau D3 untuk Kelompok SAINTEK, SOSHUM atau CAMPURAN.

e. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp200.000,00 untuk kelompok SAINTEK atau SOSHUM, dan Rp 250.000,00 untuk Kelompok CAMPURAN. Calon peserta yang memilih Prodi yang mensyaratkan uji keterampilan membayar biaya sebesar Rp 100.000,00 per prodi. Pembayaran dilakukan melalui Bank Mandiri. Prosedur pembayaran dapat dilihat di laman http://pmb.uny.ac.id

f. Melakukan login di laman http://pmb.uny.ac.id untuk mengisi formulir pendaftaran sesuai jadwal pada Tabel 4

g. Mengikuti tes tulis Paper Based Test (PBT) atau Computer Based Test (CBT) dan uji keterampilan (untuk prodi tertentu) sesuai jadwal. Materi tes tulis terdiri atas :

1) Kelompok SAINTEK meliputi Tes Potensi Akademik, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bidang Studi IPA.

2) Kelompok SOSHUM meliputi Tes Potensi Akademik, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bidang Studi IPS.

3) Kelompok CAMPURAN meliputi Tes Potensi Akademik, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bidang Studi IPA, dan IPS.

i. Materi uji keterampilan sesuai dengan spesifikasi prodi masing-masing, khusus untuk prodi di FIK ditambah tes kesehatan.

Sumber : pmb.uny.ac.id

Ini Ketentuan Lengkap UN Perbaikan 2018

oleh May 15, 2018

Ujian Nasional Perbaikan (UNP) tahun 2018 akan diselenggarakan pada bulan Juli dengan dua pilihan jadwal yaitu 24-26 Juli 2018, atau 27-29 Juli 2018.

Peserta UNP adalah peserta UN yang nilai mata pelajaran UN belum mencapai standar kompetensi yang ditetapkan, yakni 55,0.

Dikutip dari instagram resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), UNP hanya berlaku untuk jenjang SMA/SMK/MA/MAK, dan tidak berlaku untuk jenjang SMP/sederajat.

Beberapa ketentuan UNP diantara:

1. UNP dilaksanakan dengan menggunakan ujian komputer (CBT).

2. Gratis, tidak ada biaya pendaftaran dan biaya ujian.

3. Pendaftaran dilakukan di sekolah yang telah ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan UNP.

4. Tempat pelaksanaan UN adalah tempat dimana peserta mendaftar.

5. Nilai yang akan diambil adalah nilai tertinggi dari ujian yang dilakukan.

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi mengatakan, BSNP tengah mempertimbangkan kemungkinan UNP juga dapat diikuti oleh siswa yang nilainya sudah mencapai standar, namun tetap ingin memperbaikinya.

Hal itu dilakukan untuk mengakomodasi siswa yang ingin memperbaiki nilai UN karena ada standar nilai khusus dari perguruan tinggi yang ditujunya.

“Misalnya untuk standar perguruan tinggi seperti Akmil (Akademi Militer) atau Akpol (Akademi Kepolisian), kita memberikan kesempatan untuk siswa melakukan perbaikan berapapun nilainya,” tutur Bambang.

Bambang mengatakan, setidaknya ada dua jenis peserta UNP yang berasal dari peserta UN tahun 2018, yaitu mereka belum mencapai standar (nilai), dan mereka yang sudah mencapai standar, namun karena perguruan tinggi yang ditujunya menuntut nilai tertentu.

“Akan kita pertimbangkan untuk memberi kesempatan (UNP),” katanya.

UNP 2018 juga dapat diikuti lulusan SMA/SMA/MA/MAK dua tahun terakhir, yakni lulusan tahun 2017 dan tahun 2018.

Bambang mengatakan, di jenjang SMP tidak ada UNP karena terkait dengan wajib belajar, sehingga UN tidak menjadi kendala wajib belajar.

“Lulusan SMP disiapkan untuk lanjut studi, tidak untuk bekerja. Sedangkan di SMA/sederajat diselenggarakan UNP karena lulusannya disiapkan untuk lanjut studi ke perguruan tinggi atau bekerja yang menuntut kompetensi tertentu yang dibuktikan dengan capaian hasil UN,” ujar Bambang.

Pelaksanaan UNP akan dilakukan dengan berbasis komputer (UNBK). Calon peserta UNP dapat mengakses informasi tentang UNP dan melakukan pendaftaran di laman http://unp.kemdikbud.go.id , yang dapat diakses menjelang pendaftaran dibuka.

Hasil UN Perbaikan dilaporkan dalam bentuk Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN).

Bagi peserta yang memperbaiki nilai, SHUN Perbaikan memuat nilai yang lebih tinggi dari nilai UN sebelumnya. Kemudian bagi peserta yang tidak lengkap mata ujiannya (UN Susulan), SHUN hanya memuat nilai dari mata pelajaran yang diikuti.

Sumber : kompas.com

SPMB UNSOED 2018

oleh May 15, 2018

Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru UNSOED 2018 dibagi menjadi 2 : seleksi non tulis dan seleksi tulis










SM UNS 2018

oleh May 13, 2018

SM UNS adalah Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri UNS dengan Seleksi menggunakan Pengolahan Data Hasil Ujian SBMPTN untuk Jenjang Sarjana dan Diploma. Sehingga peserta SM UNS harus sudah menjadi Peserta SBMPTN Tahun 2018.

Syarat-syarat pendaftaran
  • Harus menjadi Peserta SBMPTN Tahun 2018.
  • Mendaftarkan diri sebagai peserta SM UNS Tahun 2018.
  • Dalam rangka melindungi kompetensi dan prestasi calon, peserta harus memenuhi persyaratan kesehatan yang tidak mengganggu kelancaran belajar di program studi pilihannya.
  • Bagi yang memilih Program Studi berikut:
  1. Pend. Jasmani, Kesehatan & Rekreasi,
  2. Pend. Kepelatihan Olahraga
  3. dipersyaratkan pada SBMPTN 2018 yang bersangkutan telah mengikuti Ujian Keterampilan Olahraga dan Tinggi Badan minimal Putra 160 cm, sedangkan tinggi badan Putri minimal 155 cm.
  • Bagi yang memilih Program Studi berikut:
  1. Kriya Seni (Desain Tekstil),
  2. Seni Rupa Murni (Seni Lukis, Grafis, Patung, Keramik),
  3. Desain Interior,
  4. Desain Komunikasi Visual,
  5. Pendidikan Seni Rupa
  6. dipersyaratkan pada SBMPTN 2018 yang bersangkutan telah mengikuti Ujian Keterampilan Seni Rupa dan Desain.
Prosedur Pendaftaran
  1. Calon mengisi formulir pendaftaran melalui internet pada situs http://www.spmb.uns.ac.id, klik ”Pendaftaran”, dengan menyiapkan:
  2. Kartu Identitas Diri (SIM/KTP/KK/Paspor)
    File Kartu Tanda Peserta SBMPTN Tahun 2018
    File Foto Berwarna (Format: *.jpg, Pixel: 150px X 200 px, Size: Maksimum 30kb)
    (Nomor Pendaftaran SM UNS hasil Pendaftaran Online harap dicatat)
  3. Calon membayar Biaya Pendaftaran Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) melalui Bank Negara Indonesia (BNI) atau Bank Tabungan Negara (BTN) .
  4. Cetak Kartu Tanda Peserta secara online di http://www.spmb.uns.ac.id, pilih menu pendaftaran dengan menggunakan Nomor Pendaftaran SM UNS, PIN yang tercantum dalam Bukti Pembayaran Biaya Pendaftaran dan Nomor Identitas Diri (SIM/KTP/KK/Paspor).
Pilihan Program Studi
  1. Program studi pilihan dikelompokan menjadi kelompok: Saintek, Soshum dan Campuran (campuran Saintek dan Soshum).
  2. Peserta kelompok Saintek/Soshum dapat memilih paling banyak 4 (empat) Program Studi Jenjang Sarjana dan atau Diploma dengan maksimal 2 Program Studi untuk masing-masing Jenjang. Program Studi yang dipilih harus dalam satu kelompok yang sama (lihat daftar program studi).
  3. Peserta kelompok Campuran dapat memilih paling banyak 4 (empat) Program Studi Jenjang Sarjana dan atau Diploma dari kelompok Saintek dan Soshum dengan maksimal 2 Program Studi untuk masing-masing Jenjang, dengan catatan sedikitnya 1 (satu) Program Studi kelompok Saintek atau 1 (satu) Program Studi kelompok Soshum.
  4. Pilihan Program Studi SM UNS tidak harus sama dengan pilihan program studi pada SBMPTN (Kecuali Program Studi yang mengharuskan mengikuti Ujian Keterampilan pada SBMPTN).
  5. Kelompok Program Studi (Saintek/Soshum) yang dipilih pada SM UNS harus sama dengan kelompok Program Studi (Saintek/Soshum) yang dipilih pada SBMPTN Tahun 2018, kecuali kelompok Campuran pada SBMPTN dapat memilih Kelompok Program Studi Saintek dan atau Soshum.
  6. Urutan pilihan Program Studi menunjukkan urutan prioritas pilihan peserta.
Seleksi dan Pengumuman Hasil Seleksi
  1. Seleksi didasarkan atas Pengolahan Data Hasil Ujian SBMPTN tahun 2018.
  2. Peserta yang telah diterima pada SBMPTN tahun 2018 tidak diikutsertakan pada seleksi SM UNS Tahun 2018.
  3. Hasil seleksi akan diumumkan melalui Internet di website http://www.spmb.uns.ac.id.

Sumber : spmb.uns.ac.id

UM UNDIP 2018 (S1)

oleh May 10, 2018

Pendaftaran Seleksi/Ujian Mandiri tahun 2018 akan diselenggarakan tanggal 16 Mei – 5 Juli 2018.

Seleksi/Ujian Mandiri ini adalah seleksi mahasiswa strata I (S1) di Universitas Diponegoro selain melalui jalur SBUB, SNMPTN dan SBMPTN. Secara umum persyaratan Ujian Mandiri adalah sebagai berikut:
  1. Siswa lulusan SMA/SMK/MA atau yang sederajat, lulus ujian persamaan, atau yang setara lainnya (paket C) tahun 2018, 2017 dan 2016.
  2. Memenuhi persyaratan kesehatan fisik dan tidak buta warna yang ditetapkan oleh program studi.
Pilihan Seleksi dan Biaya Pendaftaran
  1. SAINTEK (IPA) : 2 pilihan program studi SAINTEK. Biaya Pendaftaran Rp.300.000 (Lokal Semarang) dan Rp 375.000 (Bagi peserta tes yang memilih lokasi luar Semarang)
  2. SOSHUM (IPS) : 2 pilihan program studi SOSHUM. Biaya Pendaftaran Rp.300.000 (Lokal Semarang) dan Rp 375.000 (Bagi peserta tes yang memilih lokasi luar Semarang)
Proses Verifikasi/Pengesahan Peserta Ujian
  1. Proses verifikasi peserta akan dilaksanakan 1/2 jam sebelum Ujian tertulis dimulai. Verifikasi dilaksanakan mulai pukul 7.30 WIB diruang ujian
  2. Persyaratan untuk verifikasi : kartu ujian, kartu identitas, FC Ijazah/Surat keterangan lulus
  3. Verifikasi/pengesahan pendaftaran dilakukan di ruang ujian setelah peserta duduk sesuai nomor peserta 
Jadwal Ujian Tulis : 14 Juli 2018

Lokasi Ujian Tertulis
  1. Semarang
  2. Jepara
  3. Yogyakarta
  4. Jakarta
  5. Bekasi
  6. Tangerang
  7. Cibubur
  8. Bandung
  9. Surabaya
  10. Medan
  11. Pekanbaru
  12. Palembang
  13. Banjarbaru
  14. Batam
  15. Bandar Lampung
  16. Balikpapan
  17. Denpasar
  18. Makasar
  19. Padang


Sumber : um.undip.ac.id

UM UNDIP 2018 (D3)

oleh May 10, 2018


Universitas Diponegoro (UNDIP) membuka peluang untuk calon mahasiswa baru mengikuti program D-III. Sekolah Vokasi UNDIP terdapat 22 program studi/jurusan Diploma III. Untuk menjaring mahasiswa D-III salah satu pintu seleksi adalah Seleksi/Ujian Mandiri D-III. Seleksi/Ujian Mandiri Diploma III adalah salah satu pintu masuk ke program Diploma III Undip dengan menggunakan seleksi ujian tertulis. Pendaftaran dilakukan secara online di situs um.undip.ac.id mulai 1 Juni – 24 Juli 2018. Informasi lengkap akan dipublikasikan menjelang pembukaan pendaftaran. UM D-III diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK/MA atau yang sederajat.

Pilihan Kelompok Program Studi Dan Jumlah Pilihan PS
  • SAINTEK : 2 pilihan program studi SAINTEK
  • SOSHUM : 2 pilihan program studi SOSHUM
Ujian

Materi Ujian UM D-III adalah sebagai berikut:

Kemampuan SAINTEK :
  • Matematika Dasar
  • Biologi
  • Bahasa Inggris
  • Fisika
  • Kimia
Kemampuan SOSHUM :
  • Matematika Dasar
  • Bahasa Indonesia
  • Ilmu Pengetahuan Sosial
  • Bahasa Inggris
  • Kewarganegaraan
Biaya Pendaftaran

SAINTEK / SOSHUM (2 pilihan) : Rp. 300.000,-

Jadwal Ujian Tulis : 30 Juli 2018

Tanggal Penting

Kegiatan Waktu
Pendaftaran Online 1 Juni – 24 Juli 2018
Verifikasi/Pengesahan Pendaftaran UM DIII Dilakukan 1 jam sebelum Ujian Tertulis di lokasi ujian
Pelaksanaan Ujian Tertulis Mandiri DIII 28 Juli 2018
Pengumuman Hasil Seleksi Ujian Mandiri DIII 30 Juli 2018

Jadwal Pelaksanaan

07.30-08.00 WIB Verifikasi & Pengisian Biodata pada LJU

08.00-10.30 WIB Kemampuan SAINTEK/SOSHUM

Sumber : um.undip.ac.id

Ujian Tulis UGM (UTUL) T.A. 2018/2019

oleh May 09, 2018


Ujian Tulis UGM 2018

Jalur seleksi ini merupakan seleksi masuk UGM dengan menggunakan pola ujian tertulis yang diselenggarakan oleh UGM. Pola ini bertujuan memberikan kesempatan kepada lulusan SMA/SMK/MA tahun 2018, 2017, dan 2016 untuk mengikuti seleksi dengan memilih 3 (tiga) program studi pada Program Sarjana dan/atau Program Diploma.

Kelompok ujian terbagi menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:
    1. Kelompok Ujian Sains dan Teknologi (Saintek).
    2. Kelompok Ujian Sosial dan Humaniora (Soshum).
    3. Kelompok Ujian Campuran (Saintek dan Soshum).
      Setiap peserta dapat mengikuti kelompok ujian Saintek, atau Soshum, atau Campuran.

      Persyaratan

          Syarat Umum
        1. Warga Negara Indonesia
        2. Pendaftar adalah lulusan SMA/SMK/MA, atau sederajat, atau paket C tahun 2018, 2017, dan 2016.
        3. Pendaftar memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di program studi yang dipilih.
              Syarat Khusus
            1. Lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat atau Paket C tahun 2016 dan 2017 harus memiliki ijazah.
            2. Lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat atau Paket C tahun 2018 minimal harus memiliki Surat Keterangan Lulus (SKL) yang sekurang-kurangnya memuat informasi jati diri dan foto terbaru yang dibubuhi cap/stempel yang sah. Pada proses pendaftaran online, SKL belum diperlukan; tetapi pada saat mengikuti ujian tulis, peserta wajib membawa SKL.
                • Membuat akun pendaftaran melalui laman http://um.ugm.ac.id/admisi dan login ke laman tersebut untuk mengisi formulir pendaftaran secara online. Bagi pendaftar jalur ujian tulis berhak untuk memilih 3 (tiga) program studi pada Program Sarjana dan/atau Program Diploma, urutan pilihan menunjukkan skala prioritas.
                • Mengisi biodata dan mengunggah semua dokumen yang dipersyaratkan, kemudian mengunci data untuk memperoleh kode pembayaran.
                • Membayar biaya pendaftaran melalui sistem multi-payment Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, BPD DIY, CIMB NIAGA, dan Bank Syariah Mandiri (BSM). Lihat petunjuk pembayaran.
                  KelompokBiaya Pendaftaran
                  Soshum Rp.300.000,-
                  Saintek Rp.300.000,-
                  Campuran Rp.325.000,-
                  •     Mencetak Bukti Pendaftaran Online, melalui akun pendaftaran masing-masing.
                  •     Mencetak Kartu Peserta Ujian yang memuat informasi lokasi dan jadwal ujian sesuai waktu yang ditentukan, melalui akun pendaftaran masing-masing.
                  Perhatian!
                  Teliti ulang seluruh isian biodata, perubahan data maupun dokumen tidak dapat dilakukan setelah pendaftar mengunci data (submit) dan memperoleh kode pembayaran.

                  Pendaftaran Online
                  Pembayaran Biaya Pendaftaran
                  Cetak Kartu Tes
                  Tes Tertulis
                  Pengumuman
                  21 Mei—25 Juni 2018
                  Sesuai jadwal yang tercantum pada kode pembayaran masing-masing.
                  6 Juli 2018
                  8 Juli 2018
                  18 Juli 2018

                  Materi tes tertulis:
                    • Tes Potensi Akademik (TPA);
                    • Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU);
                    • Tes Kemampuan Saintek dan/atau Tes Kemampuan Soshum.

                      Sumber : um.ugm.ac.id

                      Jalur Prestasi PTN yang Sering Menuai Kontroversi

                      oleh November 26, 2017
                      Ilustrasi catur. Gambar : chess.com

                      Beberapa saat yang lalu, publik sempat dihebohkan dengen pro-kontra jalur prestasi penghafal kitab suci yang baru diusulkan kepada rektor UGM. Belakangan, IPB juga memunculkan wacana untuk mengadakan jalur prestasi bagi ketua OSIS.

                      Jalur prestasi, sesuai namanya, adalah salah satu jalur masuk PTN yang skemanya menggunakan kriteria prestasi khusus. Ada banyak macam jalur prestasi yang biasanya ada di PTN, beberapa di antaranya adalah prestasi olahraga, bela diri, bahkan catur.

                      Jalur prestasi sering menjadi kontroversi, terutama karena dianggap tidak relevan dengan materi perkuliahan. Tapi, sebenarnya jalur prestasi tidak hanya menyaring berdasarkan prestasi yang bisa jadi kontroversial itu.

                      Jika kamu merupakan juara catur, dan ikut seleksi jalur prestasi kategori catur, bukan berarti kamu akan dites bermain catur dan masuk ke jurusan Teknik Percaturan. Ada kriteria khusus dari masing-masing jalur prestasi, contohnya, skala prestasi tersebut ada di tingkat nasional dan berbagai macam persyaratan yang tentunya bukan untuk ‘menjual murah’ kursi PTN.

                      Setelah itu, para pelamar  jalur prestasi juga akan disaring. Tidak semua pelamar jalur prestasi bisa masuk, dan tidak ada jaminan mereka pasti masuk. Sekali lagi yang harus dicatat, tidak ada jaminan pelamar jalur prestasi pasti lolos ke PTN yang dituju. Pelamar juga akan menghadapi berbagai macam rangkaian seleksi, termasuk tes tulis. Hal ini sangat bergantung pada masing-masing PTN yang menyelenggarakan.

                      Kuota jalur ini pun terbilang kecil, bahkan sangat kecil, karena ini termasuk jalur mandiri, bukan jalur nasional. Kamu bisa baca penjelasan lebih lengkap mengenai jalur mandiri dan jalur nasional di sini.

                      Ada ketentuan yang mengharuskan PTN untuk mengalokasikan jalur nasional lebih besar dari jalur mandiri. Jalur mandiri pun punya batas maksimal dalam penerimaannya, misalnya hanya 30%, kuota ini bisa berubah tergantung dari kebijakan pemerintah.

                      Permisalannya seperti ini, jika UGM mengadakan jalur mandiri dengan kuota 30%, maka biasanya UGM akan mengadakan jalur ujian tulis mandiri yang juga dikenal dengan UTUL UGM. Jalur ujian tulis ini biasanya memegang proporsi paling besar, misal 90% dari total kuota jalur mandiri, atau 90% dari 30% total calon mahasiswa baru di UGM. Maka 10% sisanya bisa dialokasikan ke jalur prestasi minat bakat, seperti jalur prestasi olahraga, bela diri, catur, seni, budaya, dan sebagainya. Angka ini hanya contoh, karena angka pastinya hanya diketahui oleh pihak PTN bersangkutan.

                      Selama ini, sangat jarang sekali ada jurusan yang menerima mahasiswa lebih dari 3 orang untuk suatu kategori prestasi. Jika ada orang yang masuk melalui jalur prestasi catur ke jurusan Kedokteran, maka silakan dicek, berapa jumlahnya dan bandingkan dengan jumlah total mahasiswa baru di jurusan tersebut. Dan juga, tidak semua jurusan meloloskan pendaftar dari setiap kategori.

                      Jalur ini bertujuan untuk memberikan keadilan dan mengakomodasi mereka yang memiliki prestasi non-akademik, tapi tidak terlalu menonjol dalam prestasi akademik. Mereka yang berprestasi di jalur non-akademik juga mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, meski jurusan yang dipilih tidak sesuai dengan jalur prestasinya.

                      Mengejar prestasi dalam bidang non-akademik pun bukan hal yang mudah. Untuk menjadi juara basket misalnya, kadang harus rela menghabiskan waktunya sepulang sekolah untuk terus berlatih. Mereka yang punya prestasi di bidang seni, juga harus selalu meningkatkan kemampuan artistiknya di samping harus memenuhi tuntutan akademik supaya tetap bisa naik kelas.


                      Banyak yang menuntut agar pemerintah bisa menghargai seniman, atlit, dan mereka yang punya prestasi non-akademik lainnya, tapi ketika mereka diakomodasi untuk bisa mendapat penyetaraan hak, juga banyak protes yang muncul.

                      Baik jawara olahraga, bela diri, seniman, pecatur, ketua organisasi, bahkan penghafal kitab suci, semua mendedikasikan waktu dan tenaga mereka untuk sesuatu yang mungkin mereka sebut sebagai ‘passion’, dan itu bukan hal mudah. Bahkan mungkin mereka harus rela untuk tidak mempersiapkan SBMPTN demi meraih prestasinya itu.

                      Kita tidak bisa menghakimi seorang juara catur payah dalam bidang sains. Kita juga tidak bisa menghakimi seorang seniman tidak punya kemampuan menjadi seorang akuntan. Karena sangat mungkin seseorang mempunyai berbagai macam keahlian.

                      Mereka yang menjadi juara catur, seniman, maupun peraih prestasi non-akademik lain juga berhak menggapai mimpinya untuk menjadi seorang saintis, advokat, enjiner, maupun dokter jika memang ia mampu.

                      Dan yang penting untuk dicatat, mereka juga akan menjalani berbagai rangkaian seleksi untuk kuota yang sangat kecil itu, dan, ya, semua yang mendaftar tidak pasti lolos, karena kampus tetap akan memilih yang terbaik.

                      Tidak Jadi Februari, UN 2018 Tetap Direncanakan Pada Bulan April

                      oleh November 21, 2017

                      Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah mengeluarkan jadwal tentatif Ujian Nasional (Unas) 2018. Meski bersifat tentatif, hampir pasti tidak ada perubahan dan tinggal disahkan. Untuk jenjang SMA, MA, dan SMK, jadwal penyelenggaraan Unas 2018 hampir sama dengan tahun ini. Yakni dimulai pada pekan pertama April.

                      Yang berbeda adalah jadwal unas SMP sederajat. Tahun ini unas SMP sederajat digelar pada Mei. Sementara itu, tahun depan unas SMP dilaksanakan pada akhir April. Rangkaian pelaksanaan Unas 2018 diawali untuk kelompok SMK dan MAK pada 2–5 April. Kemudian disusul kelompok SMA dan MA pada 9–12 April. Lalu ditutup unas SMP sederajat pada 23–26 April.

                      Ketua BSNP Bambang Suryadi menjelaskan, penyelenggaraan Unas 2018 sempat bakal dimajukan karena tahun depan ada pilkada serentak. Namun, akhirnya rencana memajukan pelaksanaan Unas 2018 pada Februari tidak jadi diputuskan. ’’Kami berharap baik unas maupun pilkada serentak sama-sama berjalan dengan lancar dan kondusif,’’ katanya.

                      Dia menyatakan, penyusunan jadwal tentatif Unas 2018 itu sudah mempertimbangkan hari libur nasional, hari penting keagamaan, dan sejenisnya. Dengan demikian, pelaksanaan unas tidak sampai bertabrakan dengan hari libur maupun hari keagamaan. Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menjelaskan, pemerintah tetap mengupayakan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sebanyak-banyaknya.

                      Untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan MAK, ditargetkan 100 persen menjalankan UNBK. Sedangkan tingkat SMP dan MTs ditargetkan 70 persen. ’’Tentu UNBK tidak selalu di sekolah masing-masing. Tetap ada yang bergabung ke sekolah lainnya,’’ jelasnya. Bahkan, numpang UNBK juga bisa dilakukan pada lintas kelompok atau jenjang. Misalnya, siswa SMK numpang fasilitas UNBK di SMA atau sebaliknya. Untuk itu, BSNP membuat jadwal unas SMK dan SMA tidak berbarengan supaya bisa resource sharing.

                      Bambang menuturkan, jumlah sekolah peserta Unas 2018 terus didata. Catatan sementara, jumlah sekolah peserta Unas 2018 untuk kelompok SMA sebanyak 12.959, SMK ada 12.585, dan MA tercatat 7.806. Dia berharap pendataan atau pendaftaran siswa dan sekolah peserta Unas 2018 sudah beres Desember 2017. Dengan demikian, bisa langsung digunakan pemetaan jumlah sekolah pelaksana UNBK maupun yang berbasis kertas.

                      Rencana ketentuan baru dalam unas tahun depan adalah pelaksanaan unas perbaikan. Setelah unas utama digelar, lanjut Bambang, akan dilaksanakan unas susulan. Program unas susulan itu diperlukan untuk peserta ujian yang berhalangan, misalnya karena sakit saat unas utama. Selain itu, BSNP menyiapkan unas perbaikan yang rencananya digelar Juli 2018. Unas perbaikan, antara lain, dilaksanakan untuk peserta ujian yang tidak bisa ikut unas utama dan susulan. ’’Mungkin saat unas susulan, dia masih dalam perawatan,’’ jelasnya.

                      Selain itu, unas perbaikan diselenggarakan untuk siswa yang tidak mampu mengejar standar nilai minimal. Meskipun unas bukan lagi penentu kelulusan, ada standar nilai kelulusan. Standar nilai minimal Unas 2018 masih sama dengan Unas 2017. Bambang menegaskan, unas perbaikan tahun depan hanya diperuntukkan peserta Unas 2018.

                      Pengamat pendidikan Jejen Musfah menuturkan, ada tiga poin yang harus diperhatikan di masa persiapan Unas 2018. Yakni, pemerintah jangan memaksakan sekolah melaksanakan UNBK karena infrastrukturnya belum siap. Memaksakan pelaksanaan UNBK bisa berujung pada pungutan pengadaan unit komputer.

                      Kemudian, karena unas sudah tidak menjadi penentu kelulusan dan penentu masuk PTN, tidak boleh ada praktik kecurangan. ’’Baik itu oleh oknum guru, nonguru, maupun orang tua siswa dan siswanya sendiri,’’ jelasnya. Jangan sampai ada yang membocorkan soal ujian dan orang tua yang mencari serta membeli bocoran soal atau kunci jawaban.

                      Selain itu, sambung Jejen, tensi unas saat ini tidak terlalu tegang. Karena itu, proses belajar sebaiknya dilakukan secara alamiah di sekolah. Tidak perlu dipaksakan ikut bimbingan belajar yang tarifnya bisa jutaan rupiah dalam sebulan. Dia berharap jangan sampai bimbingan belajar terkesan menggantikan pembelajaran di sekolah.

                      [Berita ini telah diterbitkan oleh jawapos.com dengan judul, "Unas 2018, SMA Awal April, SMP Akhir April"]

                      Pilih Belajar UN atau SBMPTN?

                      oleh October 03, 2017


                      Calon mahasiswa biasanya selalu mengalami kegamangan saat akan menentukan, mana yang seharusnya mereka persiapkan lebih dahulu, apakah UN dan USBN yang langsung di depan mata, atau SBMPTN yang punya dampak lebih panjang?

                      Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum menjawab pertanyaan tadi.

                      Pertama, apa yang akan kamu lakukan setelah lulus sekolah?

                      Jika kamu tidak ada keinginan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, maka jawabannya jelas, kamu harus fokus pada UN dan USBN untuk mendapatkan hasil terbaik sesuai kemampuan kamu. Nilai di ijazah biasanya akan diperlukan bagi siswa yang memilih untuk langsung bekerja setelah lulus sekolah, tanpa kuliah dahulu.

                      Sedangkan jika kamu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, baik itu program Diploma ataupun program Sarjana, maka ijazah yang diperlukan untuk mencari kerja adalah ijazah terakhir, atau ijazah dari hasil kuliah. Nilai ujian kamu selama di sekolah hanya akan menjadi masa lalu, dan yang paling berpengaruh adalah prestasi kamu selama di kampus.

                      Selanjutnya, bagaimana penguasaan kamu terhadap materi yang selama ini diajarkan di kelas?

                      Bagi kamu yang sudah memantapkan diri untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, maka kamu harus mulai mengevaluasi diri kamu. Pemahaman materi menjadi hal yang sangat penting jika ingin menaklukkan soal SBMPTN. SBMPTN dikonsep untuk diselesaikan dengan pemahaman dan analisis, bukan sekedar hafalan.

                      Jika kamu hanya mengandalkan hafalan, terlebih lagi hanya hafalan jawaban untuk ujian, maka kamu akan sangat kerepotan dalam menjawab soal SBMPTN. Materi SBMPTN masih ada keterkaitan dengan materi yang kalian pelajari di sekolah, dan sebaiknya kalian mulai prioritaskan persiapan SBMPTN karena itu yang lebih sulit.

                      Memang, strategi belajar adalah pilihan setiap orang dan juga tidak bisa disamaratakan, oleh karena itu, evaluasi diri sangat penting sehingga kamu bisa menentukan pilihan dengan matang, bukan hanya ikut-ikutan.

                      Jika kamu sudah memahami materinya, maka kamu bisa lebih mudah dalam mempersiapkan SBMPTN. Tapi jika kamu belum menguasai, maka kamu harus rela berjuang lebih gigih. Apalagi jika kamu mengincar kampus ataupun jurusan yang cukup favorit. Kamu harus mulai mempelajari materi dan konsep dasar yang belum kamu pahami.

                      Yang perlu menjadi catatan, dengan memprioritaskan SBMPTN bukan berarti menyepelekan UN ataupun USBN, karena sebenarnya semua itu berjalan secara linier. UN dan USBN adalah pemanasan sebelum kalian menghadapi rintangan yang lebih besar.

                      Jadi, apa yang kamu pilih? Silakan ikuti polling kami di Twitter @info3sma

                      Berminat Ikut Ujian Nasional Perbaikan?

                      oleh September 14, 2017


                      Meski sempat diwacanakan untuk dihapus, ternyata Kemendikbud secara diam-diam kembali mengadakan Ujian Nasional Perbaikan. Ujian Nasional Perbaikan memang sebuah program yang baru dilaksanakan pada tahun 2016 lalu, namun karena dirasa kurang efektif, UN Perbaikan 2017 sempat direncanakan untuk dihapus, dan sebagai gantinya akan dilaksanakan bersamaan dengan UN 2018.

                      Tentunya program ini sangat berbeda dengan zaman dulu ketika UN masih menjadi penentu kelulusan.

                      Dulu, siswa yang tidak lulus UN dianggap tidak lulus dari sekolah, dan solusinya siswa bisa mengikuti ujian persamaan atau yang dikenal juga dengan Kejar Paket C. Kebijakan tersebut juga mengundang kontroversi karena siswa yang sudah bertahun-tahun mengenyam pendidikan formal menjadi tidak diakui.

                      Ujian Nasional Perbaikan yang kali ini disebut Ujian Nasional Gelombang II juga membuka kesempatan bagi yang belum sempat melaksanakan UN untuk ikut berpartisipasi. Pelaksanaan Ujian Nasional Perbaikan atau Ujian Nasional Gelombang II ini gratis, tidak dipungut biaya.

                      Jika kamu mengikuti UN Perbaikan, ijazah kamu tidak akan terpengaruh, tidak akan berubah menjadi ijazah paket C. Hasil UN Perbaikan akan disampaikan dalam bentuk SHUNP (Surat Hasil Ujian Nasional Perbaikan). UN Perbaikan secara resmi diadakan langsung oleh Kemendikbud bagi siswa yang ingin memperbaiki nilai UN-nya.

                      Bagi kamu yang memilih untuk langsung bekerja setelah lulus SMA/SMK, maka UN Perbaikan dapat menjadi pilihan. Nilai UN Perbaikan akan diambil dari nilai yang tertinggi, sehingga jika pada UN Perbaikan ini kamu belum meraih nilai lebih tinggi, maka hasil UN sebelumnya tidak akan terpengaruh.

                      Kamu hanya boleh mengikuti UN Perbaikan pada mapel tertentu yang nilainya kurang atau sama dengan 55 pada mapel tertentu, artinya jika kamu memiliki nilai 56, maka kamu tidak diperbolehkan mengikuti UN Perbaikan.

                      Jika nilai kamu kurang di mata pelajaran Matematika, maka kamu hanya perlu mengulang mata pelajaran Matematika saja, tidak harus mengikuti semua mata pelajaran yang diujikan.

                      Pelaksanaan UN Perbaikan juga tidak harus di sekolah asal. Jika sekolah asal kamu di daerah Semarang, dan sekarang kamu bekerja di Jakarta, maka kamu tidak perlu kembali ke Semarang untuk ikut UN Perbaikan. Kamu bisa mencari sekolah yang sudah ditunjuk untuk melaksanakan UN Perbaikan. Daftar kota maupun sekolah yang melaksanakan UN Perbaikan serta jadwal lengkap pelaksanaan dapat kamu lihat di https://unp.kemdikbud.go.id/

                      Ujian Nasional Gelombang II akan diselenggarakan pada tanggal 10, 11, 12 Oktober 2017 atau 13, 14, 15 Oktober 2017. Bagi kamu yang sudah bekerja, kamu bisa memilih untuk mengikuti UN Perbaikan pada akhir pekan, yaitu pada tanggal 13, 14, 15 Oktober 2017. Mungkin, Kemendikbud sengaja memberikan opsi di akhir pekan untuk memberi kesempatan bagi para alumni supaya tetap bisa mengikuti UN Perbaikan.

                      Jika kamu tertarik, maka sebaiknya kamu segera mendaftar, karena pendaftaran hanya dibuka sampai 23 September 2017! Ajak juga teman kamu, supaya kamu tidak sendirian.

                      Silakan kunjungi https://unp.kemdikbud.go.id/ untuk info lebih lengkap.


                      Powered by Blogger.