Segala yang Perlu Kamu Tahu Mengenai Jalur Masuk PTN, PTS, PTK, dan PTKIN

Kadang, masih banyak calon mahasiswa yang bingung dengan skema penerimaan mahasiswa baru. Secara garis besar, ada dua jenis seleksi yang harus kamu pahami; seleksi nasional dan seleksi mandiri.

Apa perbedaan PTN dan PTK? Silakan baca artikel kami mengenai Perbedaan PTN, PTK, PTKIN, dan kampus BUMN

Sumber gambar : Tribunnews

Seleksi Mandiri


Seleksi mandiri adalah seleksi yang diselenggarakan secara mandiri oleh kampus yang bersangkutan, tanpa bekerjasama dengan kampus lain. Hampir semua kampus negeri maupun kampus swasta mengadakan jalur ini.

Seleksi mandiri bisa berupa ujian tulis maupun non-tulis. Untuk ujian tulis, maka kamu akan melaksanakan tes tulis yang biasanya dilakukan di kampus tersebut, walaupun ada juga yang membuka pelaksanaan tes di luar daerah. Nama seleksinya pun bisa berbeda di tiap kampus, misalnya UGM menggunakan nama UTUL UGM untuk jalur ujian tulis, UI menggunakan nama SIMAK UI, UNDIP menggunakan nama UM UNDIP.

Pada jalur mandiri non-tulis, ada yang menggunakan nilai rapor, prestasi akademik dan non-akademik, maupun nilai SBMPTN. Untuk penggunaan nilai SBMPTN, kamu cukup mendaftar sambil menyertakan identitas peserta SBMPTN kamu, lalu panitia seleksi dari kampus tersebut akan menghubungi panitia SBMPTN untuk meminta data nilai kamu. Kamu tidak perlu lagi melakukan ujian tulis apapun pada jalur seleksi ini.

Terkadang ada beberapa kampus negeri yang membuka seleksi mandiri menjadi beberapa gelombang, tapi terbatas hanya untuk program selain S1. Pada kampus swasta, biasanya memang dibagi menjadi beberapa gelombang karena mereka umumnya hanya menggunakan seleksi mandiri, walaupun ada beberapa kampus swasta yang bekerjasama dengan kampus lainnya untuk menggelar tes seleksi secara bersama, seperti SBMPTBR atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Se-Besuki Raya yang diikuti oleh PTN dan PTS se-Besuki Raya.


Seleksi Nasional


Seleksi nasional adalah seleksi yang dilaksanakan oleh gabungan kampus negeri dari berbagai daerah di Indonesia. Seleksi ini juga mengenal jalur ujian tulis dan non-tulis.

Seleksi nasional PTN : SNMPTN dan SBMPTN


SNMPTN atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang juga biasa disebut jalur undangan merupakan seleksi non-tulis yang menggunakan nilai rapor kamu selama di SMA. Pendaftaran SNMPTN biasanya tidak dikenakan biaya, alias gratis.

Dalam SNMPTN, ternyata nilai rapor bukan satu-satunya penentu kelulusan. PTN juga akan melihat akreditasi sekolah, alumni sekolahmu yang berada di PTN, dan juga lokasi sekolahmu. SNMPTN juga hanya diperuntukkan bagi siswa yang baru lulus pada tahun tersebut/fresh-graduate.

SBMPTN atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri adalah jalur ujian tulis, nilai kamu mutlak menjadi penentu kelulusan dalam SBMPTN. Kamu juga bisa mengikuti tes ini sampai tiga kali, karena SBMPTN dapat diikuti oleh lulusan tiga tahun terakhir.

Ada empat jenis tes dalam SBMPTN :

Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA) untuk seluruh peserta SBMPTN yang berisi tes TPA, Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek) untuk peserta SBMPTN Saintek/IPA dan IPC, terdiri atas mata uji Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.

Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) untuk peserta SBMPTN Soshum/IPS dan IPC,  terdiri atas mata uji Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.

Ujian keterampilan, khusus bagi mereka yang memilih jurusan seni atau olahraga.

SNMPTN dan SBMPTN diperuntukkan bagi kampus negeri dan hanya untuk program S1 reguler. Untuk program selain S1 reguler, baik D3 sampai S3, menggunakan seleksi mandiri.

Akan tetapi, tidak semua S1 kampus negeri mengikuti SNMPTN dan SBMPTN, kamu bisa lihat daftar kampusnya pada laman resmi SNMPTN dan SBMPTN.

Seleksi nasional politeknik negeri : PMDK PN dan UMPN


Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri atau PMDK PN mirip seperti SNMPTN, tapi diperuntukkan bagi kampus Politeknik Negeri. PMDK PN menggunakan nilai rapor dan prestasi kamu ketika di sekolah.

Sedangkan Ujian Masuk Politeknik Negeri atau UMPN adalah jalur ujian tulis yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri.

Kamu bisa cek politeknik apa saja yang tergabung dalam PMDK PN dan UMPN di laman resmi masing-masing.

Panselnas, seleksi bersama sekolah kedinasan


Baru-baru ini, sekolah ikatan dinas juga mengadakan seleksi bersama yang disebut Panselnas. Pada tahun 2017, ada 8 kampus yang bisa dipilih dengan rincian sebagai berikut :

PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara STAN)

IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri)

STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat)

Poltekip (Politeknik Ilmu Pemasyarakatan) dan Poltekim (Politeknik Imigrasi)

STIN (Sekolah Tinggi Intelijen Negara)

STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik)

STMKG (Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)

STSN (Sekolah Tinggi Sandi Negara)

Sayangnya, kamu hanya bisa memilih 1 kampus saja dalam seleksi Panselnas. Tapi jika kampus tersebut membuka jalur mandiri di luar Panselnas, kamu tetap bisa mengikuti jalur mandirinya.

Seleksi nasional PTKIN : SPAN PTKIN dan UM PTKIN


Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri atau SPAN-PTKIN adalah jalur yang juga mirip seperti SNMPTN, tapi khusus bagi kampus PTKIN.

Sedangkan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri  atau UM-PTKIN seperti SBMPTN bagi kampus PTKIN.

SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara nasional oleh seluruh Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) dalam sistem yang terpadu dan diselenggarakan secara serentak oleh Panitia Pelaksana yang ditetapkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia.

Pembiayaan penyelenggaraan UMPTKIN dibebankan kepada peserta seleksi dan Kementerian Agama Republik Indonesia, sedangkan biaya pelaksanaan SPAN-PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan TInggi Keagamaan Islam Negeri) ditanggung oleh pemerintah, sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran. Bagi peserta yang lulus UMPTKIN dari keluarga pra-sejahtera yang memiliki prestasi akademik dan non-akademik dapat mengikuti seleksi program Bidikmisi.

No comments

Silakan berikan komentar kamu dengan tetap menjaga etika.

Powered by Blogger.